Selasa, 03 Maret 2020

Insomnia

Zaman memang sudah berubah ya, zaman memang jahat, segitu cepatnya dia berubah, sekarang zaman bukan zaman yang dulu kita kenal lagi. Zaman sudah lain, mungkin karena sudah punya teman baru, pacar baru, atau mungkin Zaman sudah sukses sekarang. Halaaaah.
Zaman dulu itu, kata kakek buyut dari neneknya kakek yang masih sepupuan sama nenek dan kakekku.*ini saya lahirnya tahun berapa yaah. Hidup orang-orang sangat teratur makan teratur tiga kali seminggu sehari, pagi, siang, malam. Kerja teratur, bangun pagi pukul 5 subuh, pulang kerja 3 tahun kemudian *bang toyib kali. Bahkan tidurnya pun teratur tidak boleh melewati pukul 10 malam. Ini cerita kakek saya yah, mungkin saja beda dengan cerita kakek-kakek kalian. Hihi.
Oke, kita bahas yang paling terakhir,yaitu masalah "Tidur teratur", tidur itu adalah salah-satu kebutuhan paling dasar manusia, tidak ada manusia yang bisa tahan tidak tidur selama paling tidak satu hari, kalaupun ada pasti dia itu sopir truk lintas kota, atau kemungkinan besar dia lagi galau tingkat nasional.

Berbicara masalah tidur teratur, saya akan bahas tentang "insomnia", tapi sebelumnya saya akan pisahkan dulu insomnia itu.
Yang pertama
Insomnia sesungguhnya, untuk lebih jelasnya baca saja di blog orang lain. klik di sini.
Yang kedua
Insomnia di kalangan anak muda.
Kita bahas yang kedua saja, jujur sih, saya merasa insomnia itu sekarang bukan lagi menjadi sebuah gangguan tidur, tapi sudah beralih fungsi menjadi lifestyle dikalangan anak muda masa kini. Tidak semua sih tapi banyak yang kayak gitu, ngaku saja laah. Bagi mereka dengan insomnia itu mereka sudah tergolong anak gaol gila *aksen abege. Bahkan untuk terlihat lebih kerennya lagi banyak yang update di twitter lah di facebook lah tentang ke-insomnia-annya. Caper banget.
Dan anehnya, terutama cewek, meskipun postingannya tentang insomnia yang jelas-jelas mengganggu kesehatan  tapi banyak yang me-like, artinya mereka senang dong tuh cewe' sakit. Aneh ya.
"Ahhh, kamu yang punya blog sotoy banget, saya belum tidur karna memang mata saya tidak mau tertutup, bukan karena mau gaul, secara saya dari lahir sudah gaul kok".
Okeee, memang tidak semua orang yang insomnia itu karena ikut-ikutan gaya hidup zaman sekarang yah,ada juga beberapa orang yang katanya tidak mau mengalami insomnia tapi tetap saja cari gara-gara sama insomnia.
Bagaimana tidak susah tidur pada malam hari kalo bangun pagi nya saja pas adzan Magrib (magrib bukan pagi lagi ya?) atau, bagaimana tidak susah tidur pada malam hari kalo kerjanya cuma baca blog ini terus, #ehhh.
Itu kuota tidurnya sudah terpakai semua di siang hari, saya curiga ini yang bangunnya pas adzan Magrib kalo bukan pengangguran pasti dia jomblo.
Kan kalo gitu ceritanya memang dia yang bikin dirinya sendiri insomnia, dia sendiri yang cari masalah. Tidak heran sekarang  banyak kejadian yang kayak gitu, terutama anak muda yang kalo siangnya tiduuuuuur terus, malamnya nongkrong sana sini tidak jelas, perginya dijemput siapa, pulangnya diantar naik apa. Kalo malamnya begadang karena ada kerjaan mendesak atau buat nonton bola sih yang tidak apa-apa, bang Haji pun setuju-setuju saja, tapi kalau malamnya hanya keluyuran kesana kemari membawa alamat, namun yang kutemui bukan dirinya saaaayaaaaang (malah nyanyi ayu tinting). Sudah kayak Kelelawar saja, siang tidur malam beraktifitas, memangnya sekarang kiblat pola tidur kita sudah seperti Kelelawar?, takutnya nanti kelelawarnya risih, kan kasian. Save Kelelawar.
nonton barca kamu yah??
Pantas akhir-akhir ini saya sering melihat kelelawar terbang rendah, menukik secara vertikal ke atas 90 derajat dengan kecepatan penuh+full gas+Nos+Turbo dan mencapai zero knot lalu turun secara vertikal dengan kecepatan gravitasi, dan seorang anak kecil bertanya kepada ibunya "apakah kelelawar itu akan jatuh?". Kelelawar itu seolah mengalami kerusakan mesin, terus terjun kebawah, kelelawar itu bergumam "zero knot, mesin mati dan diaktifkan kembali pada 300 knot", 100 knot...200 knot...300 knot...mesin aktif kembali dia mengepakkan sayap dan terbang lagi meliuk-liuk dan tttteeeeng...tiang listrik jadi korban *yang belum nonton film "Soar into the Sun" pasti tidak mengerti di atas bahas apa.
jangan ikut-ikutan kayak saya, rrrrr
Setelah di introgasi, ternyata Kelelawar tersebut nekat terbang di siang hari karena merasa hidupnya sudah tidak keren lagi. Dia merasa putus asa melihat tingkah manusia yang sudah mulai ke Kelelawar-kelelawaran. Makanya sang Kelelawar mengambil inisiatif untuk terbang di siang hari dan mencoba tidur pada malam hari sembari berharap agar bisa terlihat ke Manusia-manusiaan. #savekelelawar #abaikan #jangandibaca
Emm, oke tidak tau mau ngetik apalagi, soalnya sudah pagi juga jadi saya mau tidur dulu, jangan lupa yah bangunkan saya nanti pas adzan Magrib, buat pesiapan insomnia sebentar malam, sekian.
Terima kasih,
Wassalam

0 komentar :