hari,jam,menit,detik inci demi inci kupandangi dan kurasakan keanehan dalam ruang sempit ini
kurasakan dunia berhenti
sunyi senyap menusuk hingga ke ulu hati
ada rasa yang menumpulkan indraku yang sedari tadi berusaha keluar dari hipnotis kamar usang dan sempit ini,
kufitnah setan-setan dan kutuduh iblis-iblis lah yang menggerogoti pikiranku membuatku hilang navigasi aku seperti kehilangan eternal pose di tengah-tengah grand line
tapi aku tersentak dan tersadar bahwa rindu ini lah yang mengekang jiwaku, menarik-narik ku kedalam sisi gelap di sudut ruang bisu ini
sayangku
kau disana sedang apa?
kau disana bersama siapa?
apakah kau bahagia?
apakah kau menangis?
tepat jam 03.00 hatiku berdentang layaknya big ben , membangunkan sebagian dari jiwaku yang tertidur oleh pengaruh remang-remang malam,
aku terkejut mendengar bisikan bulan purnama yang sedari tadi mengintipku dari tirai jendela kamar. terdengar samar-samar sang rembulan membisikanku kata-kata "Rinduilah ia selamanya"..
sayangku
jarak ini menunda aku memelukmu,menghalangiku untuk menciummu,menjauhkan aku agar tak menyentuhmu
karena dengan jarak ini Tuhan menjaga dan mensucikanmu
sayangku
pada angin malam yang lewat celah rongga kamarku yang sekat ini kutitipkan rintihan rinduku padamu
rindukanlah aku selamanya,karena akulah yang Tuhan ciptakan untuk berada di depanmu, menjadi imam mu
sebutlah namaku ketika kau mengigau
mimpikan aku selagi kau terlelap, karena saat kau terbangun esok kau akan dapati aku sedang jauh
Tuhan tau kita satu, maka tak ada alasan lagi kau terbangun malam ini dan menangisi kesepianmu
sayangku
aku selalu disini menantikan perputaran takdir, hingga saat dimana kita dipertemukan itu datang
aku tak akan lelah menunggu.
Rindu kamu cha'
- See more at: http://kutub-timur.blogspot.co.id/2013/04/kamar-berdebulaptop-tuabulan-remang.html#sthash.ukAiJDDD.dpuf
kamar berdebu,laptop tua,bulan remang-remang,detak jarum jam,handphone bisu,dan selimut tipis
hari,jam,menit,detik inci demi inci kupandangi dan kurasakan keanehan dalam ruang sempit ini
kurasakan dunia berhenti
sunyi senyap menusuk hingga ke ulu hati
ada rasa yang menumpulkan indraku yang sedari tadi berusaha keluar dari hipnotis kamar usang dan sempit ini,
kufitnah setan-setan dan kutuduh iblis-iblis lah yang menggerogoti
pikiranku membuatku hilang navigasi aku seperti kehilangan eternal pose
di tengah-tengah grand line
tapi aku tersentak dan tersadar bahwa rindu ini lah yang mengekang
jiwaku, menarik-narik ku kedalam sisi gelap di sudut ruang bisu ini
sayangku
kau disana sedang apa?
kau disana bersama siapa?
apakah kau bahagia?
apakah kau menangis?
tepat jam 03.00 hatiku berdentang layaknya big ben , membangunkan
sebagian dari jiwaku yang tertidur oleh pengaruh remang-remang malam,
aku terkejut mendengar bisikan bulan purnama yang sedari tadi
mengintipku dari tirai jendela kamar. terdengar samar-samar sang
rembulan membisikanku kata-kata "Rinduilah ia selamanya"..
sayangku
jarak ini menunda aku memelukmu,menghalangiku untuk menciummu,menjauhkan aku agar tak menyentuhmu
karena dengan jarak ini Tuhan menjaga dan mensucikanmu
sayangku
pada angin malam yang lewat celah rongga kamarku yang sekat ini kutitipkan rintihan rinduku padamu
rindukanlah aku selamanya,karena akulah yang Tuhan ciptakan untuk berada di depanmu
sebutlah namaku ketika kau mengigau
mimpikan aku selagi kau terlelap,karena saat kau terbangun esok kau akan dapati aku sedang jauh
Tuhan tau kita satu, maka tak ada alasan lagi kau terbangun malam ini dan menangisi kesepianmu
sayangku
aku selalu disini menantikan perputaran takdir, hingga saat dimana kita dipertemukan itu datang
aku tak akan lelah menunggu
Rindu kamu cha'
- See more at: http://kutub-timur.blogspot.co.id/2013/04/kamar-berdebulaptop-tuabulan-remang.html#sthash.ukAiJDDD.dpuf
0 komentar :
Posting Komentar