Hujan tak mampu lagi menghapus rasa hancur yg berkecamuk dalam jiwa, raga terasa hampa, semuanya lenyap, cita-cita, angan, mimpi yang dulu begitu indah dan tersusun rapi di benak, yang sebentar lagi akan terwujud, tiba tiba terhempas jatuh ke Bumi berserakan dan hilang.
Mimpi-mimpi yang pupus. Angan angan yang tak sampai. Cita-cita yg kosong.
Bumi terasa hanya seluas kamarku saja, kamar seluas penjara dan keadaanya pun layaknya penjara, dan sekarang aku terpenjara di kamarku. Hatiku pun terpenjara.
Aku Terpenjara di dalam kamar sesak yang berisi jutaan Setan-setan licik. Aku bagaikan pecandu, tak pernah kurasakan matahari pagi yang indah, tak pernah lagi ku lihat pelangi.
Hanya awan hitam dan petir yang akan membawa badai, badai kehancuran dalam sanubari, aku begitu hampa layaknya orang yang patah arah.
Semua orang telah menyakitiku,bahkan dia, orang yang telah memudarkan pesona cleopatra di mataku. Dia yang telah membuat iri Putri Anna. Dia yang telah merebut hati pangeran Charles. Dia yang telah membuat Juliet cemburu.
Tak pernah ku menyangka. Dia telah meredupkan cahaya hati yang sejatinya tak lagi punya energi untuk bertahan. Dia telah meremukkan hati yang tak lagi utuh, hati yg tinggal setengahnya, dia gadis penuh cahaya dan penuh intrik, mengumbar pesona dan melecutkan batin, dengan begitu lihai memperdaya hati yang telah mati. Hati yang tak hanya kosong lagi, tapi hati yang telah hilang.
Hati yang telah hilang dan tak akan lagi kembali. Hati yang tak tahu lagi hendak kemana. Hati yang hanya bisa bersembunyi dalam mimpi buruk.
0 komentar :
Posting Komentar