Selasa, 03 Maret 2020

AKu Galau


AKU GALAU



Rasanya berteriak pun tak bisa lagi,
Mengapa Allah memberi pilihan yang begitu berat, mengapa sahabat dan cinta tak bisa berdampingan? 
Ku tahu aku salah,aku memilih cinta dan meninggalkan sahabat yang sudah seperti saudaraku sendiri, orang paling dekat denganku, yang tau segala hal tentangku, pendengar seluruh keluh kesahku. Maaf Sahabat.

Tapi dengarkan aku.
Apakah aku harus meninggalkan cinta?
Apakah aku harus meninggalkan kelembutan yang dia beri?
Apakah aku harus memberinya lap putih untuk membasuh air matanya?

Saya tidak tega dengan perasaannya sendiri, tak peduli perasaanku.
Aku hanya ingin adil, tak ada perbedaan, bukankan sahabat dan cinta adalah sesuatu yang suci.
Mengapa harus ada sekat di antaranya? 
Aku harus bagaimana? Aku harus mulai dari mana?

Dear god,  terima kasih atas pilihan yang kau beri, terima kasih atas pelajaran hidup ini. 

Engkau sangat tahu aku ini masih labil, karenanya kau beri cobaan ini agar aku terbiasa dengan retak-retak kehidupan.


Wahai kau cinta serta kau sahabat, hari ini kita berdamai.

Meski lisan dan tingkah kita belum menunjukkan itu, tapi marilah kita memulainya dengan berdamai dalam niat.

0 komentar :