AKU GALAU
Rasanya berteriak pun tak bisa lagi,
Mengapa Allah memberi pilihan yang begitu
berat, mengapa sahabat dan cinta tak bisa berdampingan?
Ku tahu aku salah,aku
memilih cinta dan meninggalkan sahabat yang sudah seperti saudaraku sendiri, orang
paling dekat denganku, yang tau segala hal tentangku, pendengar seluruh keluh kesahku. Maaf Sahabat.
Tapi dengarkan aku.
Apakah aku harus meninggalkan cinta?
Apakah aku harus meninggalkan kelembutan yang
dia beri?
Apakah aku harus memberinya lap putih untuk
membasuh air matanya?
Saya tidak tega dengan perasaannya sendiri, tak
peduli perasaanku.
Aku hanya ingin adil, tak ada perbedaan,
bukankan sahabat dan cinta adalah sesuatu yang suci.
Mengapa harus
ada sekat di antaranya?
Aku harus bagaimana? Aku harus mulai dari mana?
Dear god, terima kasih atas pilihan yang kau
beri, terima kasih atas pelajaran hidup ini.
Engkau sangat tahu aku ini masih labil, karenanya kau beri cobaan ini agar
aku terbiasa dengan retak-retak kehidupan.
Wahai kau cinta serta kau sahabat, hari ini
kita berdamai.
Meski lisan dan tingkah kita belum menunjukkan itu, tapi marilah kita memulainya dengan berdamai dalam niat.

0 komentar :
Posting Komentar