Selasa, 03 Maret 2020

Setiap Hari adalah Hari Buat Ibu


Besok akan diperingati Hari Ibu di Negara kita somalia Indonesia tercinta ini. Hari dimana orang-orang akan mengganti foto profil di facebook mereka dengan foto bersama Ibunya, hari dimana orang-orang di bbm mengganti DP mereka dengan kata-kata bijak tentang sosok seorang Ibu dan hari dimana hastag #selamathariibu akan masuk tete-en dan tetewewe.

Tapi sebenarnya hari Ibu itu apa? Kenapa mesti diperingati setiap tanggal 22 desember? Untuk menjawab itu mari kita tanya om saya.

*www.google.com

Menurut om saya di Indonesia itu hari Ibu dirayakan untuk memperingati sebuah kongres perempuan Indonesia yang diadakan oleh Presiden RI yang pertama IR Soekarno, nah kebetulan hari itu bertepatan dengan tanggal 22 desember. Jadilah hari Ibu itu diperingati setiap tanggal 22 Desember.
Tidak heran setiap tanggal 22 desember di semua socmed itu banyak Ibu-ibu arisan, yang nongkrong bareng anak-anak mereka yang kece badai kerispatih berfoto selfie. Sang Ibu kelihatan lebih muda dan anaknya terlihat lebih tua, efek selfie bersama beda generasi. Hihi.



Awalnya saya kira hari Ibu itu cuma adanya di Indonesia, ternyata diluar negeri juga ada, mereka menyebutnya Mother's Day tapi diperingatinya beda, ada yang bulan mei ada juga yang bulan maret. Di luar negeri jika mereka memperingati Mother's Day, untuk menghormati kerja keras para Ibu, maka ibu mereka akan dibebas tugaskan dari kegiatan sehari-hari seperti memasak,mencuci,mengurus anak dan menambal genteng.

Tapi di Indonesia umumnya kalau hari Ibu bukannya Ibu-ibu bebas tugas dari kerjaannya sehari-hari, justru tugasnya bertambah meyiapkan makanan,kue, minuman dan sebagainya untuk perayaan hari Ibu tersebut. Perayaannya untuk siapa, yang dibebankan siapa. Kasian Ibu.

Tapi saya sendiri tidak pernah merayakan yang namanya hari Ibu karena saya tidak tahu mau merayakannya kapan. Soalnya hari Ibu bagi saya bukan hanya pada pukul 00.00.01 sampai 23.59.59 di 22 desember, tapi hari Ibu bagi saya adalah 22 desember sampai 21 desember.

Setiap hari adalah hari Ibu. Pengorbanan dan cinta kasih Ibu saya tak bisa digantikan meski setiap hari merayakan hari Ibu. Dan Ibu juga tidak pernah mengharap balasan atas kasih sayang yang dia berikan. Cukup mencintai dan menyayanginya dengan setulus hati dan selalu menjadi anak yang berbakti.


Terima kasih,

Wassalam.

0 komentar :