Selasa, 03 Maret 2020

Diammu

Lama kau kucinta, telah lama pula rasa cinta itu menggelitik di hati namun kini gelitikan itu telah berubah menjadi elusan yang menyakitkan ketika kau mulai memberikan sedikit tanda atas penolakan lembutmu terhadap hasrat naluri seorang lelaki yang tertanam dalam diriku.
selama ini aku berharap engkau bisa berdiri tepat dibelakangku di senja hari, menjadi ma'mum shalat magrib ku, bersama memanjatkan doa kepada sang maha menciptakan, karena kuyakin berdoa bersamamu akan menghasilkan untaian kalimat suci nan mujarab yang akan langsung dijabahNya, berdoa denganmu di ujung persembahan sakral kita kepada sang khalik adalah moment yang paling kutunggu dalam hidupku,karena kuyakin dibalik jilbab teduhmu tersimpan kelembutan-kelembutan prilaku yang mampu mengantarkan doa-doa suci melintasi tingkatan langit dan langsung menuju mahligai kerajaan Allah SWT
namun saya tidak menganggap penolakan mu itu adalah rasa sakit yang kau berikan kepadaku, karena dibalik penolakanmu, engkau telah menyiapkan kapas putih untuk membalut lukaku yang sebentar lagi menganga,,
engkau adalah wanita dunia akhirat,
engkau adalah wanita penuh loyalitas dan ketabahan dibalik kemewahan,
engkau adalah sesuatu yang sering kuperbincangkan dengan Tuhan,
sesungguhnya di dalam diammu, di dalam tawaddu' mu , kaupun menyimpan cinta,
maka carilah pemilik tulang rusuk itu,,jangan pernah menoleh kebelakang karena mungkin saja kau sudah dekat dengannya
karena kutahu Allah,Tuhan kita ,telah menciptakan ia disana untuk menantimu, menanti sosok putih bercahaya untuk memudarkan hitam kelamnya kehidupan
- See more at: http://kutub-timur.blogspot.co.id/2013/01/di-diammu.html#sthash.cLvabiyz.dpuf

0 komentar :