Selasa, 03 Maret 2020

Cinta Monyet

Waktu SMA dulu pertama kali ku lihat dirimu,saat itu kamu sedang mengendarai sepeda motor di bonceng oleh pamanmu memecah keheningan pagi yang semerbak,melintasi mulusnya jalanan beraspal yang masih lembab oleh titisan kecil embun malam yang mendinginkan raga,dibalik jilbab teduhmu ku melihat engkau seperti  putri padang pasir yang melintas dengan dagu terangkat,tatapan mata tajam nan lembut penuh keanggunan dan keindahan yang tiada tara.
Saat itu kumerasa ingin memilikimu dan hingga saat ini rasa itu masih tersimpan, namun dulu sejak pertama ku melihatmu bukannya aku takut atau malu untuk menyatakan perasaanku ini, namun saya masih menunggu persetujuan tuhan untuk mengungkapkannya hingga saat,tapi sekarang sudah jelas bahwa kau lebih suka orang lain dan dia adalah temanku sendiri dan yang lebih sakitnya lagi kau menjadikan ku tempat curhatmu tentang dia. Sekarang aku hanya seperti orang malam yang membicarakan terang di matamu, aku mulai mengerti mengapa tuhan tidak memberi persetujuan padaku saat itu, karena tuhan sayang kepadaku dan tuhan tak ingin membiarkan saya sakit hati karena Tuhan Maha tahu termasuk rasa sakit yang telah menantiku di ujung jalan sana

Untukmu ingin ku persembahkan catatan kecil,bukan untuk membuat hatimu luluh dan berharap engkau memilih ku dibandingkan dia tetapi
catatan ini hanya sekedar ungkapan hati ku yang kutujukan padamu sebagai isi dari perasaanku padamu tapi kuharap jangan salah paham karena ini hanya sekedar catatan kecil yang tidak bermakna….. :D
“telah lama kucintai dirimu tapi selama rasa itu menggeliat dihati dan raga ini  kini berubah menjadi gelitikan perasaan yang menyakitkan hati ketika telah terlintas dipikiran atas  penolakan lembutmu terhadap ku, dan kau terlihat memberiku isyarat yang mengatakan bahwa “aku lebih suka temanmu dibandingkan engkau” aku tahu isyarat itu maknanya agar aku tahu tanpa melukai perasaanku dan saat itu pun kekagumanku bertambah pada dirimu dan kesucian hatimu, aku tahu wanita terbaik itu adalah yang mampu mejaga perasaan lelaki.
Jujur selama ini aku berharap engkau kelak akan berdiri dibelakang ku dan menjadi ma’mum di setiap shalatku,aku ingin sekali memanjatkan bait-bait suci ke hadapan Allah bersamamu, dan ingin kutunjukkan dirimu kepada Allah dan ingin kukatakan padaNya bahwa aku telah mengikuti FirmanNya untuk mencari pasangan Dari Golongan yang baik-baik dan ingin kutunjukkan bahwa di sampingku telah hadir wanita yang Allah sebut An-Nisaa, wanita sesungguhnya yang dibalik kecantikan parasnya terdapat kemuliaan hati yang menyejukkan jiwa, dan aku tahu di balik doa-doa sederhanamu mampu melebihi kemujaraban syair –syair para pujangga di seluruh jagad raya.
Sesungguhnya dibalik diammu dan di dalam tawaddu’ mu engkau adalah wanita yang bermental baja dan di balik kesederhanaan,dan ketabahanmu  tersirat kemewahan hati yang tak bisa terbeli.
Aku berdoa kepada tuhan semoga hari ini dan kapan pun engkau diliputi dengan kebahagiaan.  “Semoga rintik hujan malam ini tidak meniupkan dingin diragamu karena aku telah bersepakat dengannya, tunggulh sebentar lagi matahari akan terbit karena dia telah menjanjikannku cahaya kehangataj untukmu”

Semoga tulisanku ini kau baca dan saya tidak berharap apapun setelah ini, hanya sekedar iseng untuk menuliskan perasaan pribadi yang miris dan penuh kekecewaan. Buat yang merasa aja,
- See more at: http://kutub-timur.blogspot.co.id/2013/01/bukan-zhizha.html#sthash.tZpwkGLJ.dpuf
Waktu SMA dulu pertama kali ku lihat dirimu,saat itu kamu sedang mengendarai sepeda motor di bonceng oleh pamanmu memecah keheningan pagi yang semerbak,melintasi mulusnya jalanan beraspal yang masih lembab oleh titisan kecil embun malam yang mendinginkan raga,dibalik jilbab teduhmu ku melihat engkau seperti  putri padang pasir yang melintas dengan dagu terangkat,tatapan mata tajam nan lembut penuh keanggunan dan keindahan yang tiada tara.
Saat itu kumerasa ingin memilikimu dan hingga saat ini rasa itu masih tersimpan, namun dulu sejak pertama ku melihatmu bukannya aku takut atau malu untuk menyatakan perasaanku ini, namun saya masih menunggu persetujuan tuhan untuk mengungkapkannya hingga saat,tapi sekarang sudah jelas bahwa kau lebih suka orang lain dan dia adalah temanku sendiri dan yang lebih sakitnya lagi kau menjadikan ku tempat curhatmu tentang dia. Sekarang aku hanya seperti orang malam yang membicarakan terang di matamu, aku mulai mengerti mengapa tuhan tidak memberi persetujuan padaku saat itu, karena tuhan sayang kepadaku dan tuhan tak ingin membiarkan saya sakit hati karena Tuhan Maha tahu termasuk rasa sakit yang telah menantiku di ujung jalan sana

Untukmu ingin ku persembahkan catatan kecil,bukan untuk membuat hatimu luluh dan berharap engkau memilih ku dibandingkan dia tetapi 
catatan ini hanya sekedar ungkapan hati ku yang kutujukan padamu sebagai isi dari perasaanku padamu tapi kuharap jangan salah paham karena ini hanya sekedar catatan kecil yang tidak bermakna….. :D
“telah lama kucintai dirimu tapi selama rasa itu menggeliat dihati dan raga ini  kini berubah menjadi gelitikan perasaan yang menyakitkan hati ketika telah terlintas dipikiran atas  penolakan lembutmu terhadap ku, dan kau terlihat memberiku isyarat yang mengatakan bahwa “aku lebih suka temanmu dibandingkan engkau” aku tahu isyarat itu maknanya agar aku tahu tanpa melukai perasaanku dan saat itu pun kekagumanku bertambah pada dirimu dan kesucian hatimu, aku tahu wanita terbaik itu adalah yang mampu mejaga perasaan lelaki.
Jujur selama ini aku berharap engkau kelak akan berdiri dibelakang ku dan menjadi ma’mum di setiap shalatku,aku ingin sekali memanjatkan bait-bait suci ke hadapan Allah bersamamu, dan ingin kutunjukkan dirimu kepada Allah dan ingin kukatakan padaNya bahwa aku telah mengikuti FirmanNya untuk mencari pasangan Dari Golongan yang baik-baik dan ingin kutunjukkan bahwa di sampingku telah hadir wanita yang Allah sebut An-Nisaa, wanita sesungguhnya yang dibalik kecantikan parasnya terdapat kemuliaan hati yang menyejukkan jiwa, dan aku tahu di balik doa-doa sederhanamu mampu melebihi kemujaraban syair –syair para pujangga di seluruh jagad raya.
Sesungguhnya dibalik diammu dan di dalam tawaddu’ mu engkau adalah wanita yang bermental baja dan di balik kesederhanaan,dan ketabahanmu  tersirat kemewahan hati yang tak bisa terbeli.
Aku berdoa kepada tuhan semoga hari ini dan kapan pun engkau diliputi dengan kebahagiaan.  “Semoga rintik hujan malam ini tidak meniupkan dingin diragamu karena aku telah bersepakat dengannya, tunggulh sebentar lagi matahari akan terbit karena dia telah menjanjikannku cahaya kehangataj untukmu”

Semoga tulisanku ini kau baca dan saya tidak berharap apapun setelah ini, hanya sekedar iseng untuk menuliskan perasaan pribadi yang miris dan penuh kekecewaan. Buat yang merasa aja,
- See more at: http://kutub-timur.blogspot.co.id/2013/01/bukan-zhizha.html#sthash.tZpwkGLJ.dpuf

0 komentar :