Selasa, 03 Maret 2020

Pentalogi KKN - Minggu I


KKN #2 (Minggu Pertama)




Teman kkn semuanya cowok,
Ditempatkan di desa yang yang paling desa *Tapi setelah tiba di desa Pattiroang, semua anggapan berubah, desa Pattiroang yang terbaik.
Di angkat jadi koordinator Desa (kordes) memimpin 6 cowok boyband madesu, 
dan  aura-aura negatif lainnya tampaknya begitu akrab padaku diawal-awal menjalani kkn ini.
Minggu pertama masih terus diselimuti aura negatif, bahkan dari awal perjalanan sudah tercium aroma kurang enak, dimulai dari bus yang ditumpangi menuju lokasi kkn yang begitu luar biasa wonderfull. Busnya dilengkapi air conditioner (AC) alami yang terletak di sekeliling bus berbentuk jendela kaca, lebih kerennya lagi, jendela kacanya permanen dan tidak bisa dibuka tutup, jadi angin bebas berhembus keluar masuk bersama debu dan asap bus dan kendaraan lainnya yang hitam berkilau. 
Kernet bus yang sepertinya menderita semacam penyakit autis *kasian juga kok orang sakit di exploitasi menjadi kernet bus, yang sepanjang perjalanan memutar lagu dangdut koplo-remix, dengan volume maximal, full treble nihil bass, persis suara handphone mit* double speakernya si limb*d, alhasil perjalanan terasa begitu indah *indah seandainya mata bisa tidur saja sepanjang perjalanan. Piss pak sopir dan kernet bus.
Bukan, bukan ini bis nya, ini hanya editan
Aura negatif berikutnya yang terjadi adalah ketika rombongan KKN tiba di tempat berkumpul yakni kantor Kecamatan Kajang, ibukota kecamatan dari desa Pattiroang sekitaran pukul 15.00 sore. setelah menjalani serangkaian kegiatan, cuap-cuap, baris berbaris dan sebagainya, hal yang ditunggu akhirnya tiba, menunggu jemputan menuju lokasi KKN. Konon kepala desa di kecamatan ini terkenal kaya-kaya dan punya mobil mewah. Pantas saja penjemput rombongan rata-rata mengendarai mobil keren dan mahal. Rombongan pertama sudah dijemput dengan mobil Toyota Avanza, rombongan kedua dijemput dengan mobil Toyota Innova, rombongan ketiga..... rombongan keempat.... kelima dan akhirnya menjelang magrib, penjemput kami belum tiba. Ternyata tersisa rombongan saya dan satu rombongan lagi yang juga sepertinya tejangkit aura negatif.


Sebagai kordes saya harus bertindak.
"Pak korcam (koordinator Kecamatan) bagaimana nih Pak korcam, sudah magrib,mobil jemputan belum datang".
Pak korcam menjawab, "tenang, penjemput kalian sudah OTW Katanya".
"Oh, Oke Pak korcam", jawabku singkat. *Sebuah tindakan yang biasa saja yang tidak ada hasil
Kurang lebih 30 menit kemudian mobil jemputan pun datang, kami dijemput dengan mobil carry futura milik Pak De (Kepala Desa).
"Loh, kok mobil begitu, apakah kepala Desa tempat kami KKN tidak begitu kaya?", pikirku dalam hati. 
"Pak De lagi ke Bulukumba (Ibukota Kabupaten) ada kegiatan penting, jadi tidak bisa datang menjemput" kata supir yang bernama pak Hamsing (kalau tidak salah). Katanya dijemput pake mobil yang ini karena mobil satunya dipakai Pak De, katanya Pak De punya dua mobil dan 5 motor. Pikiranku dalam hati langsung terjawab. Ternyata memang benar Kepala Desa di Kecamatan Kajang memang kaya-kaya. Sebenarnya bukan hanya Kepala Desa Saja yang kaya, memang penduduk di daerah sini pada Makmur.
Di tengah perjalanan menuju desa lokasi KKN saya berpikir, ahh akhirnya sebentar lagi bisa bersantai. Makan dan tidur. Tapi masih ada-ada saja hal yang agak kurang bersahabat, dimulai dari Pak Hamsing yang memanggil kawannya ditengah perjalanan ikut naik ke mobil juga, mana kita sudah pangku-pangkuan sama koper ditambah satu orang lagi, ampun deh. 
Kemudian setelah beberapa kilometer kemudian Pak Hamsing mampir  lagi di sebuah rumah panggung, katanya mau ngopi sama kawannya dulu, enak yaah. 
Dan yang trakhir bukannya bikin jengkel, justru jengkel kami hilang seketika berganti dengan bulu kuduk yg berdiri tegak setegak badan TNI ketika upacara HUT RI. Tiba-tiba saja Pak Hamsing nyeleneh, "daerah sini dek kita mesti hati2 karena sering didapati setiap pagi ada warga yang mati tanpa diketahui matinya kenapa dan siapa yang bunuh". Dan sialnya lokasi yang dia tunjukkan itu hanya sekitar 3 km dari rumah pak kades, posko KKN kami. Ahh,  gak bro banget ini Pak Hamsing.
Setelah satu jam-an perjalanan, akhirnya kami tiba di rumah Pak De, posko KKN kami. Suasana pedesaan terasa begitu kental, tenang, sunyi, damai, tenteram dan sejuk, beda jauh dengan hingar bingar kota Makassar. Ya iyalaaah.
Kami disambut oleh anak tertua Pak De, Ahmad Amirullah, atau biasa dipanggil ullah. Ulla lalu menghampiri dan menyalami satu  persatu sambil berkata, "naik ki' kak", mempersilahkan kami naik karena berhubung rumahnya adalah rumah panggung. Di dalam rumah kami disambut oleh Ibu Bungalia, Ibu Desa Pattiroang. Kami disuruh perkenalkan diri masing- oleh ibu desa. Setelah berkenalan, kalimat pertamanya yang telintas dari Bu' De (nama panggilan kami pada Ibu Desa) adalah "dari UM yah, kok cowok semua yah,,  kalian boyband, tidak ada cewenya?".
Kami saling memandangi. Kemudian semua serempak menjawab "hasnnfjsks fhusjssnn kjabavwgis" bicaranya kurang jelas karena jawabnya bersamaan, akhirnya si rama menjawab, "anu Bu', itu sudah ditentukan dari kampus, kami juga sudah protes tapi sudah tidak bisa lagi berubah.
Berhubung kami juga sangat mengharpkan kehadiran cewek-cewek di posko kami, kami sepakat saja memanfaatkan Bu' De untuk berbicara dengan Supervisor KKN kecamatan kami kak Callu', kemudian saya menelepon kak Callu yang kebetulan ada di Desa sebelah.
"Assalamualaikum, kak Callu" kataku di telepon.
"Wassalam, iya dek kenapa?", Kak Callu menjawab di ujung telepon.
"Emmm, begini kak, Bu Desa kami mau bicara sama kita' kak".
"Dari Posko Desa pattiroang yah, oke tunggu saja kebetulan saya ada di Desa Tanatoa dan memang rencana mau kesitu, habis dari sini". kata kak Callu.
"ok iye paeng kak, makasih, assalamualaikum",
"wassalam". Kak callu mematikan sambungan telepon.
Beberapa menit kemudian kak Callu datang kemudian berbincang dengan Bu Desa kami, kemudian Bu' De memulai pembicaraan yang intinya dia mengeluh karena di posko tidak ada cewek jadi tidak ada yang bisa bantu-bantu di dapur katanya. Tapi karena tidak menemui titik terang akhirnya kak Callu memberi solusi, "Sabar, saja kalau disini tidak ada cewek karena itu sudah diatur dari kampus, kan biar cowok tetap bisa bantu-bantu di dapur, cuci piring sebagainya" tutur Kak Callu. Nice solution kak.
Akhirnya kami dan Bu' De pasrah dan saling menerima saja, meski kekecewaan terlihat begitu jelas. Ah terserah saya capek, pikirku. 
Malam itu kami hanya sedikit bercengkerama dan belum sempat untuk berbincang lebh jauh denga sang pemilik rumah karena kami semua dalam keadaan lelah. Setelah Makan malam dan Sholat, kami hanya berbincang sejenak lalu bu' De mempersilahkan kami tidur karena mungkin sudah eneg kasihan melihat wajah kami yang kusut. Kami sudah disiapkan dua kamar, kamar depat saya bersama Erwin, Fauzan, dan Allu, berhubung ranjangnya kecil jadi kami tidur menyamping. Di kamar sebelah Acil, Uppy dan Rama. Hari pertama yang begitu amazing.
--------------------  
Keesokan harinya kami kesiangan, pengaruh capek barangkali atau karena udara desa Pattiroang yang memang begitu memanjakan mata untuk terus terlelap. Seandainya bukan karena ajakan sarapan bu desa, kami bakal tidur sampai magrib. Hihihi.
baliho rempong
Mingu pertama kami KKN diawali kebingungan, kami tidak tahu harus melakukan apa, tidak ada briefing dikampus, tidak ada petunjuk, tidak ada apa-apa, jadi kami hanya bengong, melongo kayak orang bego. Pagi itu kerjaan kami hanya  memasang baliho tanda pengenal dari kampus di depan Rumah Pak De, posko kami . Saking kikuknya, memasang baliho saja kami bertujuh harus turun tangan, itupun selesai hampir sejam dan juga dibantu sama ulla. Miris.
Setelah pasang baliho kami kembali ke kamar masing-masing, tidur. Siangnya makan, setelah makan kami tidur kembali. Kami betul-betul telah melakukan kerja nyata. 
Berhubung di desa Pattiroang adatnya masih kental, jadi kita tidak boleh melakukan sesuatu tanpa izin dari ketua adat dan pemerintah setempat, jika tidak ada izin maka ditakutkan ada sesuatu hal yg tidak diinginkan. Apalagi desa ini terkena dengan unsur mistisnya, jadi takut ngapa-ngapain. Apalagi setelah ada kejadian aneh di dekat rumah pak De, Ada seorang kakek-kakek yang meninggal, semua keluarga menangis meraung-raung, kata bu desa disini emang gitu, klo ada orang meninggal keluarganya nangisnya begitu, suranya bisa didengar sampai seantero desa. Tapi selang beberapa jam orang itu hidup kembali, dan ngakunya dia tidak meninggal dan hanya jalan-jalan. Anehnya dia menuduh keluarganya sendiri yang menyebabkan ia begitu. Lucu yah, eh maksudnya seram.
Bu De menyuruh kami untuk ikut berkunjung kerumah orang yang "tidak jadi meninggal" itu, tapi tidak ada yang pergi, semua pada takut. Akhirnya kami memutuskan untuk nongkrong di depan posko. Karena mungkin momentnya pas, Tiba-tiba ulla bercerita tentang hantu.
"Di sini kalau ada orang meninggal, biasanya malamnya pasti banyak poppo berkeliaran terbang di rumah-rumah pendudukm bahkan kadang terbang masuk kedalam rumah lewat jendela.Nice moment ullla. Akhirnya kami tidak melakukan apa-apa seharian, hanya berdiam diri dan ketakutan dimakar di kamar. 
penampakan poppo, menurut cerita
Hari ketiga, akhirnya pak De datang,dari penampilannya pak De memang cocok menjadi pemimpin, badan besar dan berisi. Kumis lebat, suara lantang, tipe-tipe pemimpinlah. Apalagi dia juga seorang sarjana s2. Kami kemudian berkenalan dengan Pak Kepala Desa. 
Pak De ini tipe orang yang senang berbicara, penuh pengalaman dan bijak. Setiap hari kami disuguhi pengalaman unik lucu, dan penuh makna, kagum deh sama pak De saya. Suatu waktu pak kades berkata "disini memang terkenal dengan kemistisannya tapi kami selaku pemimpin adat sekaligus pemimpin pemerintahan, tidak akan ada yang berni mengganggu karena sudah ada sumpah di wilayah kami yang menjamin keselamatan pemimpin dan orang disekitarnya".
Pak De menambahkan, "kalau ada hal-hal yang aneh atau ada yang mengganggu kamu, selagi bukan kamu yang salah, dan itu terjadi di pekarangan rumahku, beritahu saya, biar saya kejar itu orang sampai dapur rumahnya. Aku padamu lah pak De.
Aahhh tragedi mayat yang sering ditemukan pagi hari dan unsur mistis dari orang meninggal lalu hidup lagi serta poppo dan hal mistik lainnya setidaknya sedikit banyak telah lenyap dipikiran kami. Makasih pak kades.
--------------------
"Setiap ada mahasiswa KKN disini sabialang, kamu itu tidak usah terlalu bagaimana, santai saja. Nanti saya bilang ke dosenmu, ini mahasiswa semua bagus, semua rajin jadi kasih mereka A ples (A+)", kata pak De di sela-sela perbincangan kami. 
Mungkin itu hanya sekedar basa basi atau omongan lepas dari pak De tapi kami benar benar mengaplikasikannya. Jadi minggu pertama kami hanya benar-benar bersantai santai, kegiatan kami di minggu pertama hanya bersih-bersih sekitaran rumah, ngobrol, Makan dan tidur. Benar-benar santai.

kerja,,kerja,,kerja

potong,,potong,,potong

bersih,,bersih,,bersih

lagi buat konsep postingan blog. hihihih


Tambahan!!!! 
             Pada awal-awal KKN, di bbm,facebook, dan twitter kami dibanjiri dengan kiriman gambar kacamata dada cewek-cewek dari posko-posko lain. Katanya, barang "wajib" cewek tersebut adalah hal yang langka di posko kami karena kami semua laki-laki, jadi mereka mengirimi kami gambar-gambar seperti itu sebagai tanda prihatin mereka. Entah mau ngajak ribut atau memang sudah bosan hidup mereka.


masa' kami dikirimi gambar beginian, kata mereka barang ini langka di posko kami. errrr
Sekian,


Wassalam

0 komentar :